santri indonesia Tag Archive

Mbeling

Ilmu Othak Athik Mathuk

Sepanjang jalan kenangan, peribahasa “gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di ujung lautan tampak” berkonotasi negatif. Atau setidak-tidaknya peribahasa itu ditujukan untuk orang-orang yang selalu tak mampu melihat aibnya sendiri, tapi selalu bisa menyaksikan aib orang lain. Seandainya pencipta peribahasa yang sudah dihafal anak SD dan jutaan masyarakat itu masih hidup, saya benar-benar ingin bertanya apa […]

Read More

Menyarung

Pilihlah Partai Allah, Bukan Partai Setan

Mendekati 2019, munculnya kontroversi dan lelucon yang diproduksi pelawak-pelawak dadakan kian ramai diperbincangkan. Para pelawak dadakan ini tidak sadar, bahwa apa yang mereka perbuat telah mematikan profesi para pelawak yang sudah malang-melintang berkarir. Nama-nama seperti Sule cs dan para komika stand up tidak lagi santer dibicarakan dan sudah jarang menghiasi kanal-kanal medsos kita. Justru kini […]

Read More

Mbeling

Abuya Syaifullah dan Gus Para Pelacur

Namanya Sunarno. Seorang anak petani jagung di desa terpencil di lereng pegunungan Kendeng, Rembang. Memasuki usia remaja, Sunarno merantau ke Jakarta menjadi kuli bangunan dengan gaji harian kurang dari Rp.50 ribu. Di lingkungan kerjaannya, Sunarno bertemu satu rekan yang menarik perhatiannya. Rekannya itu, di setiap sela-sela istirahan ‘nguli’, selalu saja mengagungkan Habaib (jama’ Habib: keturunan Rasulullah), menceritakan sejarahnya, […]

Read More

Pondok

Syaikh Yasin Padang, Murid 700 Guru

Syaikh Yasin mempunyai nama lengkap ‘Alam al-Din Abu Fayd Muhammad Yasin bin Muhammad ‘Isa bin Udik al-Fadani al-Makki al-Syafi’i. Gelar al-Fadani merupakan nisbah dari daerah Padang Indonesia karena Syaikh Yasin merupakan keturunan dari Padang, Sumatera Barat, Indonesia, gelar al-Makki merupakan nisbah dari tempat kelahirannya yaitu kota Mekkah Arab Saudi, dan al-Syafi’i merupakan gelar untuk penganut […]

Read More

Menyarung

Khasiat Kidung Mantrawedha dan Sukmawati yang Terlalu Banyak Memberikan Micin dalam Puisinya

Bak makanan yang terlalu banyak diberi micin, bukannya menambah gurih dan lezat saat disantap, puisi Sukmawati justru menyebabkan orang darah tinggi. Kalau memang puisi tersebut dibuat untuk memberikan apresiasi bagi perempuan-perempuan Indonesia, atau dimaksudkan untuk merefleksikan keprihatinan terhadap sikap keberagaman masyarakat, atau justru hanya sekedar mengekspresikan kesenian dan kebudayaan, Sukmawati seharusnya tidak perlu menambahkan ornamen-ornamen […]

Read More

Pondok

KH. Maimun Zubair, Matahari dari Sarang Rembang

Sosok sinaran hati bagi kalangan santri, bak matahari yang menyinari bumi. Beliau Pribadi yang alim, santun, serta rendah hati ini lahir pada Kamis, 28 Oktober 1928. Adalah KH. Maimun Zubair, putra pertama dari Kiai Zubair. Ibundanya merupakan keturunan dari Kiai Ahmad bin Syu’aib, ulama kharismatik dengan keteguhan pendirian. KH. Maimun Zubair berteman karib dengan KH. […]

Read More

opini

Pesantren Bukan Sarang Teroris

Dunia mencekam paska aksi teroris di berbagai negara. Negara-negara Amerika, Rusia, Afrika dan Eropa bangkit bersama untuk melawan teroris, khususnya ISIS di Siria yang disinyalir para loyalisnya sudah menyebar ke seluruh dunia. Asia terkena imbasnya. Akhirnya, negara-negara seluruh dunia memaksimalkan kekuatan intelijennya untuk mendeteksi setiap pergerakan jaringan teroris. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi sedini mungkin […]

Read More

Tak Pernah Murung, Selalu Beruntung