menyarung Tag Archive

Menyarung

Tradisi Lebaran di Daerahmu yang Mana, Lur?

Lebaran Idul Fitri hampir saja digelar, itu tandanya ajang mendekatkan yang jauh dan mengeratkan yang dekat berlangsung pasalnya di momen Lebaran ini orang-orang yang merantau ke daerah lain berduyun-duyun pulang ke daerah asal, tak heran daerah perkotaan akan menjadi sepi lantas di desa akan ramai penuh. Lebaran juga menjadi ajang pertemuan dengan teman-teman masalalu, entah […]

Read More

Menyarung

Jika Nabil Fekir Datang, Siapakah yang Paling Cocok Untuk Jadi Imam di Mushola al-Anfieldhiyyah

Setelah “mengalahkan” diri (diperhalus) di final Liga Champions beberapa waktu lalu, Liverpool langsung bergerak cepat dalam mendatangkan pemain baru ke Anfield sebelum bergulirnya piala dunia. Maklum, klub dengan modal pas-pasan seperti Bango FC memang harus mendatangkan pemain baru sebelum pildun, takut harganya melonjak kalo gebetan yang diincar tampil moncer pas pildun. Sebagai penggemar, saya menganggap, […]

Read More

opini

Membangun Keseimbangan Hidup : Integrasi Dimensi Spiritual dan Sosial

Secara teologis, pada dasarnya dalam diri manusia ada dua dimensi pokok yang tak terpisahkan : yaitu ruhani atau akal (dimensi kejernihan) dan nafsu (dimensi kekeruhan). Keduanya biasa kita ilsutrasikan dengan dua sifat makhluk Tuhan, malaikat dan iblis. Dalam hal ini manusia dianugerah karunia yang sama sekali berbeda dengan makhluk Tuhan yang lainnya berupa akal, dimana […]

Read More

Kabar

Menu Takjil Paling Cihuyy yang Wajib Dicari

Gema takbir adzan, (bukan demo) saat magrib adalah saat yang paling ditunggu di bulan Ramadhan, seperti menanti gebetan memberi jawaban atas cinta yang kita utarakan. Padahal, di bulan selain Ramadhan, adzan subuh maupun adzan maghrib tidak pernah dinantikan seintens bulan ini. Sudah tentu karena di bulan Ramadhan ini, kita dihadapkan pada saat imsak (menahan) dan berbuka. […]

Read More

Menyarung

Ciri Kesalehan dari Amaliah, Bukan Jenggotnya

Kita, atau barangkali hanya saya, lebih banyak menilai seseorang dari segala sesuatu yang tampak di mata. Dengan berpedoman pada apa-apa yang tampak itu, seringkali kita, atau barangkali hanya saya, melakukan tindakan-tindakan yang buruk: menyepelekan orang lain; menganggap seseorang lebih tinggi atau lebih rendah; melakukan penghakiman-penghakiman dengan standarisasi subjektif dan lebih parahnya, mengabaikan serta merendahkan orang […]

Read More

Tak Pernah Murung, Selalu Beruntung