Gus Thoyyib: 3 Panggilan yang Tak Bisa Kita Tolak

Share
  • 10
    Shares

Semarang, (23/9) pondok pesantren Al-Uswah mengadakan khotmil Qur’an, hari lahir (harlah) pesantren XVIII serta haul pendiri yaitu Abah KH. M. Mukhlisin. Merupakan rangkaian tahunan pesantren yang terletak di kelurahan Pakintelan kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Paska meninggal Abah Mukhlisin 2004, putra pertama KH. Thoyyib Farhani melanjutkan perjuangan menjalankan amanah mengelola pesantren.

“Ada 3 panggilan dari Allah. Pertama, dipanggil melalui adzan untuk shalat. Kedua, Ken sowan dalem e Allah Haji utawa (Diperintah memenuhi panggilan Allah dengan Haji atau Umrah). Ketiga, sowan ngarsane Allah ora kena bali. (panggilan kembali kepada Allah dan tak bisa kembali),” papar Gus Thoyyib sapaan akrab.

Beliau menceritakan itu karena baru saja pulang dari tanah suci. Secara kebiasaan haul Abah Mukhlisin tiap 1 Muharram. Karena Gus Thoyyib masih di tanah suci diundur hingga hari ini terlaksana. Sejak awal pesantren didirikan memang untuk pendidikan dan ditekankan kepada pendidikan al-Qur’an.

Pesan ini beliau sampaikan dalam sambutan pengasuh dalam rangkain acara tadi. Lebih lanjut panggilan-panggilan itu bagi hamba yang bertaqwa. Gus Thoyyib menambahkan dengan panggilan yang tak bisa ditolak tersebut kita harus mempersiapkannya. Baik itu berupa kebulatan niat, tenaga, usaha hingga harta.

Perlu diketahui bahwa Abah Mukhlisin adalah seorang da’i dari kota Semarang. KH. Amin Budiharjono menceritakan bahwa beliau memiliki seorang guru yaitu Abah Mukhlisin. Beliau merupakan seorang orator yang sangat dikaguminya karena kesederhanaan hidup dan kesederhanaan ungkapan-ungkapannya. Sejarah beliau menjadi muballigh ternyata sejak beliau masih di madrasah awaliyah Qudsiyah Kudus, sampai beliau mendirikan pesantren Al-Uswah di Gunungpati Kodia Semarang Jawa Tengah hingga meninggal dunia.

Pada khatmil Qur’an kali ini terdapat 43 santri – putra dan putri. Karena terdapat seleksi yang ketat, akhirnya hanya 34 santri putra – putri saja yang bisa naik panggung. Selaku pengurus pondok putra Agus Khamid menambahkan santri yang khatam kali ini dari berbagai tingkatan. Agus berharap sisa dari santri-santri yang belum khatam bisa mengikuti khataman tahun depan. [*]

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 10
    Shares