Pengertian Ulama

Share
  • 25
    Shares

“Ulama ialah orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang ayat-ayat Allah, baik yang bersifat kauniyah maupun Quraniyah, dan mengantarnya kepada pengetahuan tentang kebenaran Allah, takwa, dan khasysyah (takut) kepada-Nya” (M. Quraish Shihab).

 

Beberapa hari yang lalu mencuat kabar bahwa ada seseorang yang tiba-tiba diberi gelar ulama. Komentar masyarakatpun bermunculan terkait penyematan gelar tersebut. Menurut sebagian netizen yang tidak setuju berdasarkan pengertian yang biasa dipakai di Indonesia bahwa seharusnya orang tersebut tidak layak mendapat gelar ulama sebab sama sekali tak pernah mengenyam pendidikan pesantren apalagi mengeluarkan fatwa tentang suatu hukum Islam

Lalu, apa pengertian ulama yang sebenarnya?

Dalam mendefinisikan suatu kata maka kita perlu meninjau dari dua segi, yaitu bahasa dan istilah.

Secara etimologi (struktur kata/bahasa) kata ulama (علماء) yang berasal dari bahasa Arab merupakan bentuk jamak dari alim (عالم) bermakna orang yang berilmu. Maka pengertian ini mencakup seluruh ilmu baik itu ilmu umum atau ilmu agama. Kalau diartikan secara simpelnya ulama itu ilmuwan. Ini merupakan definisi secara harfiyah. Seseorang yang ahli dalam bidang ilmu tertentu bisa disebut ulama. Penyebutan ilmuwan dalam kitab-kitab berbahasa Arabpun terkadang disebut ulama meski pada konteks lain juga terkadang disebut dengan Ahlun. Misal, Ahlul al-falsafat (ahli filsafat) juga terkadang disebut Al-ulama fii ilmi al-falsafah meski sekarang lebih sering menggunakan istilah al-fiilsuf.

Maka dahulu orang-orang yang ahli dalam suatu bidang ilmu tertentu bisa disebut ulama (dalam penyebutan bahasa Indonesia. Sebab penyebutan ulama (العلماء) untuk ilmuwan masih digunakan dalam bahasa Arab) Albert Einstein, Thomas Alva Edison, Isac Newton dan beberapa pakar ilmu juga disebut ulama.

Namun seiring berjalannya waktu dan pemisahan ilmu agama dan umum makna ulama bergeser menjadi lebih sempit. Menurut istilah makna ulama adalah orang yang berilmu terutama dalam bidang ilmu agama Islam, dan mengantarkan ketakutan kepada Allah. Termasuk orang yang ahli menyelesaikan problematika umat terutama dalam bidang fiqh seperti yang dikemukakan oleh Ust. Adi Hidayat dalam ceramahnya yang tersiar di beberapa video.

Beberapa tokoh agamapun mengungkapkan makna ulama seperti Prof. M. Quraish Shihab bahwa ulama adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang ayat-ayat Allah, baik yang bersifat kauniyah maupun Quraniyah, dan mengantarnya kepada pengetahuan tentang kebenaran Allah, takwa, dan khasysyah (takut) kepada-Nya.

Masih menurut tokoh agama yaitu Badruddin al-Kinani yang pernah menjabat sebagai qadhi di Mesir juga khatib di Masjid al-Aqsha pada masanya (sekitar abad 7 Hijriah) bahwa ulama adalah orang-orang yg menjelaskan segala apa yang dihalalkan dan diharamkan dan mengajak kepada kebaikan serta menafikan segala bentuk kemudharatan.

Maka definisi ulama dan penggunannya untuk saat ini lebih mencakup pada orang yang ahli dalam bidang agama Islam saja, bukan ilmu umum lainnya.

Jadi, antum-antum mau ikut mazhab lughowiy (etimologi) atau isthilahiy (terminologi)?

 

 

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 25
    Shares