Sepak Terjang “Gus” dalam Kancah Politik Nasional

Sepak Terjang “Gus” dalam Kancah Politik Nasional

Share
  • 15
    Shares

Politik nasional kini telah menjadi komoditas yang dapat dinikmati oleh kalangan manapun. Tidak melulu mereka yang memiliki latar belakang bangsawan atau mereka yang berasal dari keluarga dengan rekor politik yang mentereng.

Bahkan saat ini, mereka yang berasal dari kalangan sipil, akademisi, maupun militer, mampu melenggang mulus untuk mendapatkan kursi. Bukan fenomena yang baru pula, dunia pesantren yang diwakili oleh “Gus”, atau putera Kyai, dapat memegang jabatan penting di negeri ini melalui jalur politik.

Masuknya arus pesantren yang didominasi oleh Gus dalam kancah politik nasional, seolah menjadi jawaban atas keraguan masa depan pesantren. Pesantren memiliki daya pikat dan konstituan yang saat ini memiliki pengaruh yang cukup besar, dan sangat diperhitungkan kalangan elit dalam berkontestasi. Pesantren memiliki gaya dan corak tersendiri dalam menanggapi perpolitikan nasional yang didominasi arus serta adaptasi politik barat maupun timur.

Berikut adalah beberapa “Gus” muda, dan para Gus selain angkatan Gus Dur, yang mampu bersaing dan menunjukkan eksistensi dirinya dalam kontestasi politik nasional :

  1. Gus Yahya Cholil Tsaquf

Putera sulung dari Allahu Yarham, Abah Kiai Haji Muhammad Cholil Bisri (mantan Wakil Ketua MPR 1999-2002) ini pernah menjabat sebagai Jubir (Juru Bicara) pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Kini beliau menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada era Presiden Joko Widodo. Sepak terjang politiknya memang tidak begitu santer terdengar, namun beliau kerap dipercaya mengisi pos-pos penting dalam pemerintahan.

  1. Gus Muhaimin Iskandar

Cak Imin yang “ngaku”nya sebagai panglima santri ini merupakan Gus dari Pondok Pesantren Manbaul Ma’arif,.Gus Imin adalah putera dari KH. Muhammad Iskandar dan Nyai Muhasonah Iskandar. Meskipun karir politik dan organiasinya memiliki banyak pro-kontra, namun sebagai Gus, prestasi dan posisinya dalam legislatif selalu konsisten dan mampu melambungkan nama pesantren dalam politik nasional.

  1. Gus Saifullah Yusuf

Mantan orang nomer dua di Jawa Timur ini lahir dari pasangan KH. Ahmad Yusuf Cholil dan Nyai Sholichah Hasbullo. Gus Ipul memiliki nasab yang sangat dekat dengan keluarga Tebuireng, Jombang. Hal inilah yang membawa Saifullah Yusuf mendapat julukan sebagai Gus. Sempat mencicipi bangku DPR, dan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada masa pemerintahan SBY.

 

  1. Gus Yaqut Cholil Qoumas

Orang nomer satu di Ansor ini merupakan adik kandung dari KH. Yahya Cholil Tsaquf. Pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010. Kini karir politiknya melambung setelah dilantik menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 di Komisi VI DPR.

  1. Gus Alamudin Dimyati Rais

Putera dari KH. Dimyati Rais ini memiliki trek yang cukup baik selama menjabat sebagai anggota legislatif. Tercatat, Gus Alam menjabat sebagai anggota legislatif selama dua periode (2009-2014 dan periode kedua pada 2014-2019). Kini beliau bertugas di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan.

  1. Gus Taj Yasin

Beliau adalah putera ke-tujuh dari Kiai kharismatik, KH. Maimun Zubair. Karir politiknya dimulai saat beliau berhasil melenggang mulus menjadi anggota DPRD Jawa Tengah periode 2014-2019. Sebelum masa jabatannya selesai, Gus Yasin menerima pinangan koalisi untuk maju menemani Ganjar berebut menjadi jawara Jawa Tengah yang pada akhirnya membawa Gus Yasin menduduki posisi Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 15
    Shares