Neno Warisman, dari Menjadi Penyanyi Hingga Penceramah

Neno Warisman, dari Menjadi Penyanyi Hingga Penceramah

Share
  • 60
    Shares

Belakangan ini nama seorang Neno warisman kembali mengisi berbagai halaman di media massa. Namun Ia tidak lagi bertindak sebagai penyanyi ataupun pemain film sebagaimana profesinya dahulu. Dan, namanya sekarang justru semakin banyak diperbincangkan orang.

Namanya kembali mencuat setelah Ia menjadi seorang yang bisa mengendalikan massa dengan berbagai ceramah agama dan juga sebagai salah satu orang yang mendeklarasikan gerakan hastag yang menginginkan pergantian presiden pada pemilu 2019 mendatang. Iya, Neno Warisman yang akrab disapa Bunda ini tetap terkenal meski tidak lagi menjadi seorang penyanyi.

Patut kita cari tahu, sebenarnya bagaimana sepak terjang seorang Neno Warisman dalam karirnya hingga bisa tetap menjaga ritme kemashurannya di mata publik.

Neno Warisman adalah seorang perempuan kelahiran Banyuwangi, 21 Juni 1964. Neno kecil sudah menunjukan bakatnya dalam puisi. Selain itu, ia juga sering menunjukan kepiawannya berpuisi dengan cara bernyanyi atau sering kita sebut deklamasi. Bahkan pada tahun 1978, Neno tercatat menjuarai lomba membaca puisi se-Jakarta.

Bakatnya itu semakin tersalurkan ketika ia menempuh studi di Fakultas Sastra Perancis Universitas Indonesia. Pada tahun 80-an nama Neno melejit sebagai penyanyi yang cukup terkenal dengan beberapa lagunya, diantaranya lagu berjudul “matahariku”. Tidak main-main ia juga sempat berduet dengan salah satu penyanyi besar pada zamannya, Fariz RM.

Ia juga tercatat pernah membintangi beberapa film seperti “Sayketi dan Hanafi” yang ditayangkan di TVRI dan yang paling fenomenal, ia pernah membintangi film “Rindu Kami PadaMu” yang meraih penghargaan sebagai film terbaik Asia di Osian’s Cinefan Festival ke-7 di New Delhi, India, yang berlangsung 16-24 Juli 2005.

Bisa dibayangkan, betapa terkenalnya Neno warisman dalam kancah dunia hiburan waktu itu. Namun meskipun demikian, Neno Warisman tidaklah merasa puas dan malah memutuskan untuk tidak lagi menjadi seorang penyanyi dan pemeran film. Sebuah keputusan yang mungkin sangat mengejutkan dan disayangkan banyak penggemarnya. Dan mungkin begitulah, cara seorang Neno untuk mengejutkan publik supaya dirinya bisa tetap diingat dan dikenang.

Belum lagi Bunda Neno juga sering terlibat dalam beberapa kegiatan sosial dan pendidikan, di mana ia pernah ikut mensosialisasikan Program Pendidikan Usia Dini (PAUD) dari Departemen Pendidikan Nasional (sekarang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) dengan menjadi pembicara dalam beberapa seminar mengenai pola asuh dan pendidikan anak, dan kesehatan.

Pada tahun 1991, Neno memutuskan untuk memakai hijab, sebuah fenomena yang biasa terjadi di  kalangan artis pada hari ini. Bahkan beberapa diantaranya mendadak menjadi ustadz atau ustadzah dadakan. Termasuk Bunda Neno, ia dikenal sebagai ustadzah dan sering mengisi berbagai pengajian di beberapa tempat. Tidak diketahui, sejak kapan ia mempelajari agama bahkan sampai menjadi ustadzah seperti sekarang ini. Bisa jadi, ia menemukan hidayah di tengah karirnya sedang melejit kala itu.

Harus diakui, Bunda Neno mempunyai kepiawaian dalam berbicara dan mempengaruhi banyak orang. Jadi tidak usah heran kalau ia bisa dipercaya untuk menjadi penceramah yang  kebanyakan pendengarnya adalah ibu-ibu.

Tidak mengherankan ia tetap bisa terkenal sampai hari ini, sebab ia selalu membuat kejutan demi kejutan sejak awal karirnya dari menjadi seorang penyanyi hingga mengisi forum-forum mengaji.

Sampai kapanpun, Neno Warisman akan terus terkenal dan sudah barang tentu ia bisa mendulang banyak keuntungan darinya. Terlepas dari banyaknya penolakan dari mana-mana, nama Neno Warisman akan terus dibicarakan banyak orang, baik sebagai penyanyi dan pemain film, maupun sebagai tokoh penceramah agama yang sebagian orang sebut sebagai “ustadzah”.

 

 

 

 

 

 

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 60
    Shares