Plis, Jangan Tuhankan Bowo lagi!

mmby:

Kabar

Share
  • 8
    Shares

 

 

Plis, Jangan Tuhankan Bowo lagi!

Kementrian Komunikasi dan Informatika resmi memblokir aplikasi Tiktok pada 3 Juli 2018. Informasi tersebut diberitakan oleh beberapa media online. Alasan pemblokiran aplikasi ini disampaikan oleh Bapak Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika. Beliau mengungkapkan bahwa banyak konten yang negatif, terutama bagi anak-anak. (3/6, CNN Indonesia)

Aplikasi Tik Tok adalah platform sosial video pendek yang didukung dengan musik. Para pengguna difasilitasi untuk berimajinasi sebebas-bebasnya untuk mengisi vidio tersebut. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan berbagi fitur menarik yang membuat pengguna bisa mengedit vidionya dengan sesuka hati. Namun sayang, alih-alih membuat kreatif eh malah membuat penggunanya goooo…. eeh apa yah, hehe. Itu kata netijen yang maha benar dengan segala komentarnya. Seperti pisau, aplikasi atau media apapun jika digunakan dengan baik oleh penggunanya maka akan bermanfaat. Namun jika digunakan dengan semena-mena malah merusak. Ternyata sesuai penuturan Bapak Rudiantara bahwa banyak konten yang negatif yang dibuat oleh anak-anak sendiri. Gimana kabar Tik Tok yang sudah dipaksa pergi dari hidupmu para pengguna? Heheh~

Aplikasi ini juga ternyata menjadi perantara bagi penggunanya untuk menjadi terkenal, menjelma selebgram, follower di Instagram meningkat dan ditawari endorse. Hemm ternyata ada yang lebih mudah untuk menjadi kaya selain main pesugihan, heheh. Sebut saja Bowo atau nama lengkapnya Prabowo Mondardo seorang seleb Tik Tok yang mendadak viral macam berita hoax. Beritanya pun viral hingga memenuhi laman media sosial seperti fesbuk, twitter, Instagram, Stori Instagram, Stori Whatsapp dan lain-lain. Hampir semua akun media membahas Bowo. Ada yang begitu mencacinya ada pula yang memuja-mujanya bahkan sampai menuhankannya. Wah keterlaluan. Mulanya saat nama Bowo sering dibahas di beberapa grup Whatsapp saya penasaran tapi tidak meneruskan rasa penasaran saya dengan mencari tahu siapa sosok Bowo itu. Hingga pada akhirnya saya temukan beberapa akun yang menulis status dengan menuhankan Bowo. Saya iseng mengetik nama Bowo pada pencarian Fesbuk dan muncullah Grup Fesbuk ini. Ada akun yang menulis konten yang berisi menuhankan Bowo:

Kemudian saya coba telusuri profil Fesbuk akun tersebut. Ternyata isinya hanya status sampah, mencari like dan sensasi. Saya yakin itu hanya akun palsu yang memiliki tujuan tertentu. Kemudian saya geser layar ke bawah dalam grup Fesbuk tersebut dan saya telusuri terus ada beberapa akun yang berbeda namun dengan konten yang sama bahkan hasil dari copy paste. Saya jadi langsung yakin bahwa akun tersebut adalah akun Anonim yang sengaja dibuat untuk mengujarkan kebencian dan status sampah demi pengalihan isu. Dilansir dari tulisan Kalis Mardiasih salah satu kru Mojok.co dalam kolom detik.com mengatakan bahwa dalam media sosial terdapat akun anonim yang memilki jam kerja tertentu untuk memviralkan suatu isu atau informasi. Akun-akun tersebut dikendalikan oleh beberapa orang yang dilaksanakan secara serempak. Artinya, agar konten yang disebarluaskan oleh akun ini bisa cepat viral dan menenggelamkan isu sebelumnya. Nah seperti yang disebutkan oleh Mbak Kalis bahwa akun anonim memiliki beberapa ciri. Pertama, konten yang akan disebarluaskan sudah disediakan dari pemasok. Jadi para pemegang akun yang lain hanya tinggal copy paste dari konten yang telah disediakan. Kedua, menyuarakan kebencian dan caci maki menggunakan konten tersebut. Kemudian para netizen yang merespon tentu akan turut pula menyebarkan konten tersebut. Misal ada konten yang berisi tentang Bowo yang dipuja-puja secara berlebihan disebarkan oleh pengguna media sosial yang tidak terima dengan konten tersebut. Alih-alih ingin menyatakan ketidaksetujuan malah membantu memviralkan konten tersebut. Justru hal terbaik yang dilakukan oleh kita semua adalah tidak merespon konten tersebut. Kalau kita terus memviralkan maka misi mereka akan berhasil. Kemudian akan terus melakukan serang-serangan di media sosial.

Jadi menurut hemat saya akun-akun yang bermunculan dengan menuhankan Bowo dan sok-sok membuat ajaran baru atau tetek bengek lainnya adalah akun anonim yang sengaja dikelola demi pengalihan isu sebelumnya. Cara terbaik menghadapi konten yang bertebaran tersebut adalah dengan tidak meresponnya dan memviralkannya. Biarlah, abaikan saja meski itu rasanya sakit, hiks.

 

 

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 8
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *