Tradisi Lebaran di Daerahmu yang Mana, Lur?

Share
  • 10
    Shares

Lebaran Idul Fitri hampir saja digelar, itu tandanya ajang mendekatkan yang jauh dan mengeratkan yang dekat berlangsung pasalnya di momen Lebaran ini orang-orang yang merantau ke daerah lain berduyun-duyun pulang ke daerah asal, tak heran daerah perkotaan akan menjadi sepi lantas di desa akan ramai penuh. Lebaran juga menjadi ajang pertemuan dengan teman-teman masalalu, entah teman SD dan teman-temanan yang lain, bahkan sampai mantanmu pun bakal ditemukan di momen ini. Maka bersyukurlah masih bisa merasakan lebaran sehingga masih bisa maaf-maafan dengan mantan yang mungkin pernah meninggalkan dan ditinggalkan tanpa kejelasan, dan barangkali ini momentum yang tepat untuk memperbaiki ketidakjelasan itu. Pertanyaannya, jika tidak punya mantan sekampung kepie? Ya itu urusanmu, Rek.

Lebaran Idul Fitri tidak hanya begitu saja diartikan bahwa Lebaran Idul Fitri sesungguhnya merupakan manifestasi kebahagiaan setelah berhasil memenangi ibadah puasa, atau sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Namun terkadang setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa syukurnya, bahkan setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda untuk menyambut hari raya Idul Fitri, lantas apa saja adat yang ada di Indonesia untuk menyambut Idul Fitri. yuk bareng-bareng kita simak, Cah.

 

  1. Grebeg Syawal

Upacara ritual yang diadakan setiap tanggal 1 Syawal di Yogyakarta yang ditandai dengan  keluarnya Gunungan Lanang yang terdiri  atas kumpulan hasil bumi. Gunungan Lanang tersebut lantas dibawa dan diarak ke Masjid Gede Keraton yang nantinya akan didoakan bersama agar hasil bumi dapat memberikan manfaat. Puncak akhir dari Grebeg Syawal masyarakat setempat akan merebutkan Gunungan Lanang itu, suasana menjadi riuh dan ramai karena terjadi saling rebut namun dengan keadaan bahagia. mereka percaya semakin banyak mendapatkan rebutan maka akan mendapatkan berkah yang banyak pula. Grebeg Syawal ini tak lain tak bukan merupakan perwujudan sedekah dari Sultan Yogyakarta kepada masyarakat setempat.

  1. Bakar Gunung

Suku Serawai yang mendiami kota Gorontalo dan masyarakat sekitar menyambutl lebaran tak kalah uniknya yaitu dengan membakar tumpukan batok kelapa yang telah disusun menyerupai tusuk sate, tujuannya sebagai bentuk syukur kepada sang Khalik dan sebagai wujud doa bagi arwah keluarga agar tenteram di akhirat. Bakar Gunung ini dilaksanakan ketika malam takbiran atau malam lebaran.

  1. Takbir keliling

Takbir keliling merupakan adat dimana umat Islam keluar memadati jalan dengan berkendara atau jalan kaki dengan mengumandangkan takbir, takbir keliling ini mengelilingi perkampungan dengan alat pemukul dan pengeras suara tak ketunggalam suara-suara peserta takbir keliling. Tradisi ini hampir di setiap daerah ada, dan sekarang takbir keliling populer dilakukan dengan mobil terbuka seperti pick up atau truk. Namun bagaimanapun caranya tradisi ini semata-mata hanya untuk mengagungunkan Allah Swt sebagai bentuk rasa syukurnya saat menyambut Lebaran.

  1. Meriam Karbit

Menjeleng Idul Fitri, suasana Gorontalo berubah menjadi meriah dan bercahaya, pasalnya warga sekitar akan memasang lampu botol minyak yang dipasang oleh warga muslim Gorontalo yang dimulai sejak 3 hari sebelum Idul Fitri hingga tiba, dan tradisi ini tetap dibawa oleh masyarakat Gorontalo meski tidak lagi bertempat tinggal di Gorontalo. Adapun jumlah lampu botol minyak disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga, jadi semakin banyak anggota keluarga maka semakin terang dan bercahaya rumah tersebut. Tujuan dari tradisi ini dimaksudkan untuk mengapresiasi umat muslim yang sudah menjalankan puasanya selama sebulan penuh.

  1. Ngejot dan Ater-ater

Saat Idul Fitri berlangsung umat Muslim yang ada di Bali merayakannya dengan memberikan hidangan pada tetangga terlepas dari latar belakang agama, jadi ketika umat Muslim memberikan makanan kepada warga Budha atau Hindu saat Idul Fitri mereka akan membalas dengan memberikan makanan pula ketika hari kebesarannya tiba. Ngejot juga serupa dengan  ater-ater istilah untuk daerah Jawa, yaitu memberikan makanan kepada tetangga kemudian dibalas dengan memberikan jenis makanan yang berbeda, bedanya dengan Ngejot yaitu umat Muslim di sana jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga tradisi  pemberian makanan melibatkan lintas agama dan budaya sehingya tradisi Ngejot di Bali merupakan perwujudan akulturasi antara budaya Islam dengan budaya Bali. Hal itu, secara tidak langsung menciptakan keterpaduan 2 budaya sebagai wujud dan bukti keharmonisan.

  1. Ngadongapkeun

Ngadongapkeun adalah acara yang dilakukan setelah shalat Idul Fitri, yaitu ucapan persembahan kepada Allah Swt. Sebagai bentuk syukur telah melimpahkan segala karunia-Nya kepada manusia, dan dilanjutkan dengan meminta maaf atau sungkeman kepada yang lebih tua, dan disambung dengan meminta maaf kepada saudara dan tetangga, acara saklar ini banyak mendapat julukan ada yang menyebutkan dengan salam-salaman, namun istilah ngadongapkeun sendiri populer di daerah Banten.

  1. Makmeugang dan Pregpegan

Makmeugang merupakan adat dimana warga beramai-ramai ke pasar untuk membeli daging dan keperluan untuk menyambut hari raya, hampir seluruh umat Muslim mengapresiasi anggota keluarganya dengan hidangan daging yang lezat dan makanan yang enak ketika Lebaran tiba, maka waktu yang tepat untuk mempersiapkan itu semua ketika menjelang lebaran, hal itu serupa dengan Pregpegan sebuah istilah dari daerah Jawa. Pelaksanannya hampir serupa dengan Makmeugang dari Aceh ini, yaitu seluruh warga berduyun-duyun pergi ke pasar, namun untuk pregpegan ada penyebutan yang unik yaitu pregpegan kecil, pregpegan yang diadakan 2 hari sebelum lebaran tiba dan pregpegan besar yaitu pregpegan yang diadakan sehari sebelum lebaran tiba.

  1. Promo Lebaran

Jangan sampai ketinggalan dan kelewat bahwa menjelang lebaran banyak promo-promo lebaran. Promo lebaran biasanya ditawarkan dengan pemberian diskon barang, buy 1 get 1 atau apapun rahasia pasar lainnya untuk menarik konsumen dan hal ini selalu dicari ibu-ibu ketika menjelang Lebaran, tak heran ketika menjelang lebaran toko-toko sepanjang jalan selalu penuh ramai dan sesak serta panas karena kebutuhan yang sangat padat ketika lebaran maka Promo Lebaran ini selalu dicari dan dinanti.

Promo ini pasti ada di setiap daerah. Jadi jangan untuk ketinggalan info ini. Dan jangan sampai lupa untuk belanja di took atau tempat pebelanjaan terdekat. Diskonnya sampai 99% Lho, apalagi jika ingin membelikan hadiah mantan.

Nah, itulah berbagai tradisi unik dari setiap daerah untuk menyambut Lebaran Idul Fitri. Tradisi di daerahmu sudah masuk daftar diatas belum Cah?

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 10
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.