Jika Nabil Fekir Datang, Siapakah yang Paling Cocok Untuk Jadi Imam di Mushola al-Anfieldhiyyah

Jika Nabil Fekir Datang, Siapakah yang Paling Cocok Untuk Jadi Imam di Mushola al-Anfieldhiyyah

Share
  • 21
    Shares

Setelah “mengalahkan” diri (diperhalus) di final Liga Champions beberapa waktu lalu, Liverpool langsung bergerak cepat dalam mendatangkan pemain baru ke Anfield sebelum bergulirnya piala dunia. Maklum, klub dengan modal pas-pasan seperti Bango FC memang harus mendatangkan pemain baru sebelum pildun, takut harganya melonjak kalo gebetan yang diincar tampil moncer pas pildun.

Sebagai penggemar, saya menganggap, langkah yang diambil Opa Henry (pemilik klub) hanyalah trik untuk menghibur para fans agar cepat move on dari bayang-bayang Si Kuping Besar. Si Opa ini takut kehilangan followers.

Yah, Opa mungkin faham, Kids Jaman Now –kan banyak fans karbitan. kalo tim yang didukung gagal mendapatkan trofi, auto pindah jago ke Barkah, Mirdad, Siti, atau Juplek, kecuali memang fans jersey aslinya, alias penduduk Liverpool sendiri. Kalau penggemarnya udah pada murtad nih, bisa-bisa nilai pasar Liverpool akan jatuh. Nah, Opa tidak ingin hal itu terjadi. Makanya Si Opa gerak cepat dalam mendatangkan pemain dibursa transfer kali ini.

Beda halnya, kalau musim ini Ipul “memberanikan diri” membeli kiper tanpa menjual salah satu bintangnya ke klub lain. Saya baru percaya, langkah yang diambil manajemen klub, murni untuk bersaing di liga domestik dan Eropa.

Tapi, lagi-lagi, hal itu sulit terjadi kalau kita lihat kembali track record pergerakan transfer Ipul dari tahun ke tahun. Jor-joran di bursa transfer bukan budaya Ipul. Ipul itu klub sepak bola yang serba nanggung, sederhana mendekati kismin, dibilang kismin tapi masih ada potongan klimis.

Kalau toh tetep ngotot mau ngeborong, biasaannya sih, Ipul menjual pemain bintangnya terlebih dahulu, baru bisa beli pemain baru. Musim kemarin contohnya, untuk menutup transfer Salah dan VVD, Ipul harus melepas ampas Inter ke Barkah, savage !!.

Namun siapa sangka, dibalik kebijakan transfer Liverpool yang nggateli, contoh transfer Salah, ternyata dapat menimbulkan efek kejut yang luar biasa. Liverpool langsung ketiban varokah, di luar dugaan, anak-anak asuhan Jurgen Klopp mampu finis 4 besar, dan berhasil melaju ke Final Liga Champions, tanpa ampas Inter.

Dimusim perdananya bersama Liverpool, Salah juga mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik dibeberapa ajang, sekaligus menyabet penghargaan sebagai top skor Liga Inggris mengungguli striker Divingham Hotspurs.

Selain memiliki banyak koleksi pribadi, digandrungi para fans, dan disegani teman maupun lawan, Salah dan juga para pemain muslim lainnya ; Can dan Mane juga memiliki attitude yang baik saat di dalam maupun di luar lapangan. Klopp sendiri mengungkapkan rasa senang dengan sikap yang ditunjukkan para pemain muslim di skuadnya. Mereka mampu memberikan contoh bagi pemain-pemain lain di ruang ganti, disiplin, dan pekerja keras.

Hanya saja, Emre Can akhir-akhir ini rada tambeng karena menolak perpanjangan kontrak yang disodorkan pihak manajemen dan memilih bermain bersama Juplek dengan alasan agar dapat berfoto selfie di Menara Pisa. Meskipun dapat dipastikan 99 % Can akan bergabung ke Juventus, namun pengenalan Can ke publik urung dilakukan oleh pihak Juve.

Entah kebetulan atau bagaimana, pada bursa transfer kali ini, Liverpool akan kedatangan dua pemain muslim lagi yaitu, Naby Keita dan Nabil Fekir. Kalau hitam diatas putih belum juga terlaksana, dan Can tiba-tiba saja mengurungkan niatnya untuk pindah, justru memperpanjang kontrak bersama Ipul, tentu ini akan jadi kabar gembira.

Liverpool akan memiliki lima pemain muslim dalam satu skuad (dihitung Nabil Fekir yang resmi juga Can perpanjang kontrak meskipun sangat mustahil). Wallahu A’lam. Dan pertanyaannya, menurut Anda, siapakah yang paling pantas untuk menjadi imam ketika kelimanya melaksanakan sholat berjamaah?

  1. Sadio “Kanjeng” Mane

Sadio “Kanjeng” Mane adalah pemain yang direkrut Liverpool dari Soton Shop (Southampthon) pada tahun 2016. Dan kini, Southampthon telah dinobatkan sebagai klub akademinya Ipul, karena banyak pemainnya bergabung bersama Liverpool ; Clyne, Lovren, VVD, Lallana, Lord Lambert . Mane merupakan salah satu produk unggul soton shop, yang jelas berbeda dengan Lord Lambert kompatriotnya. Setelah ditransfer dari RB Salzburg, Mane berubah menjadi penembak jitu dan tumpuan kawan-kawannya di Southampthon. Kanjeng Mane adalah seorang “Gus/ Kang” di Desanya. Abahnya adalah seorang Kyai. Mimpinya untuk jadi pemain bola hamper sirna saat tidak mendapatkan restu dari seorang Abah. Hidupnya sederhana, alkohol 0 %, putra Kyai, dan tidak suka bermain wanita, 100% setia. Apakah menurut Anda Mane cocok?

  1. “Egyptian King” Salah

Karirnya di Liga Inggris dimulai ketika Chelsea mengimpornya dari Basel, namun sayang, karirnya di Chelsea meredup. Salah kemudian diasingkan, bukan karena berbahaya, namun karena meng-ampas-kan diri menuju Fiorentina dan Roma. Lama di Italy, skill bolanya meningkat. Bakatnya tercium oleh manajemen Liverpool, akhirnya Salah didatangkan oleh manajemen Liverpol pada bursa transfer musim panas 2017. Dengan bulu dada yang lebat, ditambah hidung macung khas Timur Tengah, selebrasi sujud yang konsisten dilakukannya, terkenal, dermawan, sederhana dan rajin menjalankan ibadah wajib, menjadikan Salah layak untuk menjadi imam ketika lima pemain Liverpool mendirikan sholat. Setuju?

  1. Naby Keita

Pemain muslim berpaspor Guinea ini lahir dari keluarga yang sederhana. Masa kecilnya dia habiskan hanya untuk bermain bola dan belajar ilmu agama. Kenyataan masa lalu yang begitu sulit kini membawanya naik menuju level tinggi dalam karirnya sebagai pesepak bola. Kecil, unik, mudah bergaul, cepat beradaptasi dan pribadinya yang sangat baik nampaknya cocok menjadikan Keita sebagai imam.

  1. Nabil Fekir

Jendral lini tengah Lyon ini digadang-gadang akan segera merampungkan transfernya menuju Liverpool dalam waktu dekat. Fekir merupakan warga Perancis keturunan Aljazair yang memilih membela negara kelahirannya saat Euro 2016 silam. Garis keturunan Aljazair berasal dari ayahnya. Fekir menjelma menjadi gelandang haus gol bersama Lyon. Telah didapuk menjadi kapten Lyon sejak usia muda dan berhasil membimbing rekan-rekannya dengan sangat baik. Jika Fekir pindah ke Liverpool, nampaknya cocok untuk dijadikan imam berjamaah mengingat dirinya terbiasa didapuk menjadi seorang pemimpin di Lyon.

  1. Emre Can

Pemain berdarah Jerman-Turki ini digadang-gadang menjadi suksesor sang kapten yang telah memutuskan pensiun. Namun, harapan yang disematkan para fans tersebut nampaknya akan sirna menjelang diresmikannya Emre Can sebagai pemain baru Si Nyonya Tua. Merupakan putra imigran Turki yang sangat taat menjalankan perintah agama. Bakatnya juga sempat digadang-gadang menjadi kombinasi dari tiga gelandang kompatriotnya di timnas Jerman ; Ballack, Schweinsteiger, dan Kross. Pengalamannya berganti-ganti klub dan mudah bergaul menjadikan dirinya lebih bijaksana. Sangat cocok untuk dijadikan imam saat berjamaah bila Can memutuskan bertahan.

Jadi menurut kalian siapakah yang paling cocok?, atau justru Benzema-lah yang lebih cocok menjadi imam?, jika “iya” coba pintakan ke pihak manajemen Liverpool.

 

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 21
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.