Heboh Rekomendasi Ulama Kemenag, Inilah 5 Ulama dengan Selera Humor Tinggi

mmby:

Menyarung

Share
  • 77
    Shares

Setelah merilis dan merekomendasikan 200 nama mubalig, kebijakan yang dilakukan oleh Kemenag justru menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat. Meskipun dipilih dengan kriteria tinggi, memiliki reputasi yang baik, kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, serta komitmen kebangsaan yang kuat dan juga moderat, daftar nama yang disodorkan nyatanya masih menimbulkan perdebatan.

Ada yang beranggapan bahwa langkah yang diambil oleh Kemenag sudah tepat, karena mampu  mempersempit ruang gerak penceramah provokatif. Akan tetapi sebagian kalangan menilai, apa yang dilakukan oleh Kemenag justru dapat membuat bingung dan memecah belah persatuan masyarakat.

Agar kegaduhan ini tidak berlanjut, nampaknya Kemenag perlu merevisi daftar mubalig agar tidak membuat bingung masyarakat. Tidak perlu berspesifikasi tinggi, hanya saja harus komplit. Kemenag perlu merekomendasikan para mubalig dengan keilmuan agama yang mumpuni, tidak perlu terlalu pintar asal bisa nahwu, shorof, dan balaghoh. Ikhlas, sabar, tidak mudah mengkafirkan orang, cinta Tanah Air, tidak memiliki kepentingan politik dan yang paling penting adalah memiliki selera humor yang tinggi, juga tarifnya yang kelas patas. Tidak berspesifikasi tinggi bukan? Hanya butuh mubalig yang komplit.

Di tengah ruwetnya mengurus keluarga, berinteraksi serta bergaul dalam sosial-masyarakat, hingga berperan dalam bernegara dan berbangsa, masyarakat kita tentunya butuh refleksi, di samping meningkatkan spiritualitas sebagai hamba Tuhan. Untuk itu, mubalig dengan selera humor tinggi dimaksudkan agar masyarakat kita menjadi fresh, terhibur, tidak tegang, dan apa yang disampaikan oleh mubalig tersebut dapat terserap oleh masyarakat.

Urusan perbedaan pandangan yang acap kali menimbulkan perselisihan di tengah masyarakat, baik dalam persoalan keyakinan dan politik, persoalan hajat hidup sehari-hari yang kian tidak menentu, ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan, hingga persoalan beragama yang semakin kaku dan tegang, membuat masyarakat kita menjadi lupa akan jati diri Bangsa yang senang tenggang rasa, gotong royong, dan tentunya ramah.

Kepribadian Bangsa kita perlahan bergeser menjadi Bangsa yang gampang “ngamuk”, tersinggung, sensitive, dan penuh curiga. Untuk itu, mubaligh dengan selera humor tinggi dimaksudkan pula untuk mengembalikan nilai-nilai jati diri Bangsa yang senang guyub dan guyonan.

Berikut adalah 5 mubalig dengan keilmuan yang sangat mumpuni, ramah, dan memiliki selera humor tinggi, serta ikhlas dan tidak main politik. Cocok bagi Anda yang humoris, sedang galau, butuh hiburan, dan gabut. Tinggal Anda cari dan simak ceramah-ceramah beliau-beliau ini di Youtube, dijamin ngakak level pedas.

KH. Anwar Zahid

Kiai kondang ini berasal dari Jawa Timur, terkenal dengan joki dan banyolan khas wong Jawa Timur, sangat tegas, ceramahnya sederhana, mudah difahami, dan dijamin membuat perut Anda kaku.

KH. Duri Azhari

Kiai Azhari merupakan mubalig asal Semarang, Jawa Tengah. Ceramah-ceramah beliau dilihat hingga puluhan ribu kali di media sosial. Cukup sepuh akan tetapi semangatnya masih menggebu.

Ustadz (Tile) Nur Fadilah

Ustadz muda satu ini menjadi salah satu favorit penggemar ceramah yang menghibur. Dengan logat betawinya yang kental, Ustadz Tile berhasil menyuguhkan ceramah yang diselingi gelagat tawa.

Ustadz Hanan Attaki

Ustadz gaol dengan semangat muda dan sangat kekinian. Ustadz dengan jumlah follower mbak-mbak terbanyak. Sangat asik, dekat, dan dibawakan dengan gaya anak muda.

KH. Fathurrahman

Kiai dengan bahasa “ngapak” yang sangat lucu khas masyarakat Banyumas-an.  Ceramah beliau sangat jelas dan tentunya dapat membuat Anda tepingkal-pingkal.

Demikianlah 5 rekomendasi mubaligh dengan selera humor tinggi yang dapat menemani waktu “ngabuburit” Anda. Tetaplah tertawa dan berbahagia, karena beragama tidaklah harus kaku seperti tuma’ninah.

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 77
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *