Kepalsuan Hadis Tidur Orang Berpuasa Mendapat Pahala

Share
  • 10
    Shares

“Mat! Bangun Mat! Puasa kok tidur terus. Dari shubuh sampai menjelang lohor begini masih ngebo aja. bangun!” Tijo berkali-kali menggoyangkan tubuh Mamat, berusaha membangunkannya.

Tapi sial, Mamat malah makin menarik selimut, menutupi seluruh badannya.

“Welah dalaah.. susah bener sampean ini dibangunin. Jangan tidur terus. Mbok yo ngaji…”

“Sampean iki piye tho? Tidurnya orang puasa kan ibadah, ” sahut Mamat dari balik selimut dengan suara samar-samar. Kemudian melanjutkan tidurnya.

Tijo mengernyitkan dahinya. Ia yakin bahwa semalam, saat Pak Yai berceramah setelah pelaksanaan sholat tarawih di masjid ia tidak mendengarkan melainkan sebagian saja.

“Heeh… mangkakne, kalo dengerin ceramah itu yang lengkap. Jangan separo-separo macem netijen yang sukanya motong-motong ucapan terus disebarkan sebagai berita padahal hoax.” Mamat sedikit gemas, uunch~

“Heeh… Mat, dengerin. Hadis yang bilang kalau tidurnya orang berpuasa itu palsu.”

Namun naasnya, Mamat sudah terlelap begitu dalam hingga tidak mendengar apa yang dituturkan Tijo.

***

Halo Nyarungmin tersayang. Gimana puasa di hari kedelapan? Masih semangat? Semoga tetap semangat menjalankan aktivitas puasanya ya. Tetap sabar menanti Hari Raya, sama halnya dengan sabar menanti jodoh. Heheh.

Kita sudah tidak asing lagi dengan Hadis yang mengatakan bahwa tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah? Akhirnya hal ini menjadi alasan bagi kaum muslim untuk bermalas-malasan saat berpuasa. Lebih memilih tidur daripada membaca Alquran atau mengerjakan aktivitas sehari-hari.

Hadis ini sudah seringkali disampaikan oleh para ustad di mushola atau masjid tanpa menyebutkan sanad atau kitab rujukan tentang Hadis ini. Masyarakat awampun hanya manggu-manggut, mempercayai bahwa Hadis ini benar-benar disabdakan oleh Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Begini teks lengkapnya:

نَوْمُ الصَائِمِ عِبَادَةٌ وَ صَمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَ عَمَلُهً مُضَاعَفٌ وَ دُعَائُهُ مُسْتَجَابٌ وَ ذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ

“Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, amalannya dilipatgandakan, doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.”

Begini penjelasannya:

Menurut Imam Baihaqi, di dalam sanad tersebut terdapat nama-nama seperti Ma’ruf bin Hasan, seorang rawi yang dha’if dan Sulaiman bin Amr al-Nakha’i, seorang rawi yang lebih dha’if daripada Ma’ruf. Bahkan menurut Kritikus Hadis al-Iraqi, Sulaiman adalah seorang pendusta. Demikian Imam al-Baihaqi seperti dituturkan oleh al-Minawi dalam kiitabnya Faidh al-Qadir.

Demikian juga menurut penuturan para ulama seperti Ahmad bin Hanbal bahwa Sulaiman bin Amr al-Nakha’i adalah pemalsu Hadis. Yahya bin Ma’in menyatakan, “Sulaiman bin Amr dikenal sebagai pemalasu Hadis.” Bahkan dalam kesempatan lain Yahya bin Ma’in mengatakan, “ Sulaiman bin Amr adalah manusia paling dusta di dunia ini. “ Imam al-Bukhari mengatakan, “Sulaiman bin Amr adalah matruk (Hadisnya semi palsu lantaran ia pendusta). Sedangkan Yazid bin Harun malah mengatakan, “Siapa pun tidak halal meriwayatkan Hadis dari Sulaiman bin Amr.” Nah lho, sampai tidak menghalalkan juga ya.

Imam Ibnu Adiy menuturkan, “Para ulama sepakat bahwa Sulaiman bin Amr adalah seorang pemalsu Hadis.” Ibnu Hibban mengatakan, “Sulaiman bin Amr al-Nakha’i adalah orang Baghdad yang secara lahiriyah, dia adalah orang yang shalih, tetapi ia memalsukan Hadis.” Bahkan Imam al-Hakim tidak meragukan lagi bahwa Sulaiman bin Amr adalah pemalsu Hadis.

Penuturan para ulama sudah menjelaskan bahwa Hadis yang selama ini menjadi pegangan orang awam untuk memperbanyak tidur dan bermalas-malasan selama puasa adalah palsu. Jadi gimana? Mau malas lagi? Yuk lebih baik isi ibadah puasa kita dengan memperbanyak amal seperti membaca al-Quran dan mengkaji Islam lebih dalam. Asal jangan stalking status mantan ya, wkwk. Juga tetap semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Salam ketcub untuk warga Nyarung.

(Merujuk pada buku karangan Prof. Dr. K.H. Ali Musthofa Ya’qub Allaahu yarhamuh yang berjudul Hadis-Hadis Palsu Seputar Ramadan)

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 10
    Shares

Leave a Reply