Deen Assalam, Sebuah Ekspresi Rindu Sekaligus Kekhawatiran

opini

mmWritten by:

Share
  • 22
    Shares

Deen Assalam || Lagu berbahasa Arab nampaknya mulai digandrungi banyak orang di negeri ini. Tercatat dalam ingatan penulis ada beberapa lagu berbahasa Arab yang sempat viral di medsos. Mulai dari “Kun Anta”, “Lau Kaana Bainana Al Habib”, sampai lagu yang beberapa hari ini sedang hangat dan viral di medsos, yaitu lagu yang berjudul Deen Assalaam.

Lagu-lagu yang disebutkan penulis di atas jika ditilik lebih lanjut, bukanlah hanya sebatas lagu biasa, akan tetapi mengisyaratkan banyak makna. Khusus lagu berjudul “Deen Assalam”, dari judulnya saja sudah terlihat bahwa ia memiliki sebuah pesan perdamaian dalam beragama. Walaupun begitu, penulis sedikit menduga-duga pencipta lagu tersebut, Sulaiman Al Mughni, sedang mengekspresikan kerinduan sekaligus kerinduannya terhadap Islam yang ramah, bukan marah.

Mengapa penulis menduga demikian?

Melihat stabilitas keamanan di Timur Tengah saat ini yang sedang bergejolak karena beberapa isu yang disulut oleh isu agama dalam hal ini berkaitan dengan agama islam. lagu berjudul “Deen Assalaam” hadir sebagai jawaban bahwasannya agama bukanlah ancaman apalagi sebagai penyulut gejolak peperangan.

Inilah jawaban kenapa penulis menduga pencipta lagu sedang mengkespresikan kerinduan sekaligus kekhawatiran. Iya, di sisi lain pencipta lagu tersebut merindukan kedamaian di tanah kelahiranya di Arab sana, sekaligus ia juga khawati bahwa seluruh manusia menyangka bahwa agamalah akar dari segala kesengsaraan sehingga mengakibatkan islamophobia di kalangan orang yang tidak mengerti Islam.

Padahal tidak demikian, agama bukanlah akar dari kesengsaraaan dan perenggut kedamaian, apalagi penyebab dan penyulut gejolak peperangan. Agama justru menjadi pusat kedamaian khususnya agama Islam karena Islam mengajarkan untuk mencintai sesama umat manusia.

Bisa terlihat dari awal lirik lagu tersebut, bahwa dunia akan terasa sempit jika perbedaan tidak dihargai atau tidak ada toleransi antar pemeluk agama. Manusia tidak akan hidup tenang jika semua perbedaan terus diperdebatkan. Bukankah Tuhan sudah menjelaskan bahwa perbedaan adalah kodrat yang harus dimengerti oleh seluruh manusia? Lantas kenapa hari ini masih saja ada perdebatan bahkan berujung peperangan? Ini suatu tanda bahwa kita pemeluk agama tidak mengerti apa fungsi dari agama itu sendiri.

Sebaliknya, jika kita hidup penuh toleransi menghargai seluruh perbedaan di antara umat manusia, manusia akan hidup damai penuh cinta. Tentu itu semua akan tercapai jika diawali dengan perilaku yang mulia dengan menghargai sesama umat manusia.
Pencipta lagu tersebut mengekpresikan harapan yang sangat dalam dan kekhawatirannya tersebut sehingga penulis yang termasuk murid paling rajin di nyarung.com school ini pun ikut terbawa serius. Padahal, biasanya terlihat selo seperti para nyarungmin yang lainnya.

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 22
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tak Pernah Murung, Selalu Beruntung