Pilihlah Partai Allah, Bukan Partai Setan

mmby:

Menyarung

Share
  • 44
    Shares

Mendekati 2019, munculnya kontroversi dan lelucon yang diproduksi pelawak-pelawak dadakan kian ramai diperbincangkan. Para pelawak dadakan ini tidak sadar, bahwa apa yang mereka perbuat telah mematikan profesi para pelawak yang sudah malang-melintang berkarir. Nama-nama seperti Sule cs dan para komika stand up tidak lagi santer dibicarakan dan sudah jarang menghiasi kanal-kanal medsos kita. Justru kini muncul nama-nama pelawak dadakan yang sebenarnya tidak begitu lucu alias garing. Walhasil, bukan hiburan yang didapat, tinggal gerutu yang mencuat.

Para pelawak dadakan ini mulai mendapatkan lapak dan berhasil naik daun setelah kisruh Pilkada DKI yang lalu. Mereka ini pelawak-pelawak yang tergabung dalam grup Kanca Baya Srimulat. Ada Kang Basuki, Kang Suheb, Ki Kamzah, Mas Dan, Mas Jon, Ki Ginting, Ki Prano, Ki Rogung, Mbak Putri, dan personil terbaru bernama Mbah Rois.

Saya juga tidak mengerti, mengapa grup srimulat Kanca Baya yang sebenarnya garing ini menjadi begitu terkenal dan berhasil memenuhi kanal-kanal medsos. Parahnya lagi, popularitas grup srimulat pendatang ini,  sampai-sampai menutupi berita Liverpool yang sebentar lagi akan mengangkat trophy Liga Champions. Luar biasa. Dugaan saya buzzernya pasti kuat. Yah andai saja, Kang Sule cs atau Komika Stand Up punya buzzer medsos yang giat bekerja, wah pasti medsos kita tidak akan garing dipenuhi pelawak dadakan seperti sekarang ini.

Sebagai orang yang sama-sama butuh makan, ya kita harus memaklumi, namanya juga mencari penghidupan, pasti butuh popularitas dan panggung. Tapi, ya kalau lawakannya garing, tentu orang akan berfikir dua kali untuk menyimak. Itu saja masih tertolong oleh Buzzer jadi ramai. Kalau tidak ada Buzzer, saya yakin masyarakat pasti akan membiarkan dan lebih tertarik menanti hasil semifinal Liga Champions, apalagi ada Liverpool, tim next year dengan slogan you’ll never win again.

Daripada mendengarkan lawakan Srimulat Kanca Baya yang garing, untuk tingkatan iman terendah, ada baiknya kita fokus saja menanti hasil Liga Champions atau mengomentari pagelaran Piala Dunia yang sebentar lagi akan berlangsung, dimana beberapa pandit perwiridan memprediksi Mesir keluar sebagai juara karena berkah Ramadhan.

Untuk tingkatan iman tertinggi, sukur-sukur kita dapat memfokuskan diri menghadapi Pilpres 2019, bukan hanya fokus sewaktu pembagian kupon sembako saja, tapi ikut serta pula mengamati dan menjaga stabilitas pergaulan di masyarakat.

Untuk tingkatan iman tertinggi, perlu jadi catatan, pastikan bahwa antum sekalian, ikhwan dan akhwat, masuk ke dalam partai Allah, dan jangan salah masuk ke partai setan. Mohon diingat sekali lagi, antum harus pilih partai Allah.

Jangan sekali-kali Antum pilih partai PAN, itu bukan partai Allah, itu partainya Amin Rais. Jangan pilih PDI-P, itu bukan pula partai Allah, itu partainya Megawati. Antum tidak boleh pilih PKB, itu partai Cak Imin, bukan partai Allah. Begitu pula Gerindra, itu bukan partai Allah, itu partainya Pak Prabowo. Ingat, selain itu Antum tidak boleh pilih Nasdem, itu bukan partai Allah, itu partainya Surya Paloh. Jangan Antum pilih Perindro, itu bukan partai Allah, itu partainya Pak Harry Tanoe. Antum juga tidak boleh pilih Hanura, itu partainya Pak Wiranto, bukan partai Allah. Antum tidak boleh pilih Demokrat, itu bukan partai Allah, itu partainya SBY. Jangan pula pilih PKS, itu yang pegang Akhi Hilmi, bukan punya Allah. Antum jangan pilih Golkar, itu punya Pak Harto, bukan punya Allah. Jangan pula Antum pilih PPP, itu yang pegang Kang Romahurmuzy, bukan pula partai Allah.

Jika nyatanya partai-partai di atas adalah milik segelintir orang, lantas partai Allah itu yang mana Akhi? Jawabannya partai Allah itu adalah partai yang saling membantu terhadap sesama manusia, memanusiakan manusia, menghargai manusia, menjunjung tinggi derajat manusia, dan partai yang menjalankan seluruh perintah dan larangan agama dengan sebaik-baiknya, tidak lalim terhadap masyarakat, agama dan bangsa.

Sedangkan partai SETAN adalah partai yang dikuasai oleh hawa nafsu dan kekuasaan. Lalim terhadap masyarakat dan negara, serta tidak pernah patuh terhadap perintah syariat agama. Melakukan segala cara demi mendapatkan kuasa.

Apakah ada partai Allah di Indonesia? jawabannya tidak tahu.

Apakah ada partai Setan di Indonesia? jawabannya banyak, dan semua orang pasti tahu.

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 44
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *