Lima Hal yang Sering Diremehkan Saat Wudhu

mmby:

kajian

Share
  • 18
    Shares

Wudhu . || Salat adalah salah satu perintah Allah subhanahu wa ta’aala kepada umat muslim baik laki-laki maupun perempuan, bahkan hunsta (manusia yang memiliki kelamin ganda), berakal, dan baligh. Dalam kondisi apapun, salat tetap diwajibkan, dilaksanakan semampunya. Sekalipun ia terkulai lemah, sholat tetap dilaksanakan selama ruh masih melekat, tentu dengan cara yang berbeda dari orang yang sehat.

Selain sebagai perintah kepada umat muslim, salat juga merupakan media untuk mendekatkan diri kepada Allah, curhat, berdoa, dan memohon ampun. Betapa pentingnya salat maka wudhu sebagai ibadah wahshilah (perantara) sahhnya salat merupakan ritual yang tak boleh diremehkan. Seringkali umat muslim meremehkan hal ini. Wudhu yang hanya ‘byar-byur’, ‘usak-usuk’ alias asal-asalan maka sholatnyapun akan sama sebagaimana wudhunya.

Oke, Rek, langsung ae, berikut beberapa hal yang sering diremehkan saat berwudhu berdasarkan penilitian selama saya hidup, hehe. Cekidooot:

Tidak menghapus make-up terlebih dahulu

Bagi perempuan make-up merupakan perias yang mampu menunjang penampilan. Bahkan makin ke sini tampilan make-up Mbak-mbak sudah makin banyak varian. Seperti mengenakan blush-on di di bagian bawah mata ala Eonni Korea gitu, yang pada trend sebelumnya hanya dipoles pada bagian tulang pipi.

Selain itu, Mbakyu-mbakyu jaman now suka sekali menggunakan eye liner dan maskara agar mata nampak menawan. Nah, ini yang biasanya diremehkan. Penggunaan maskara apalagi berjenis waterproof (anti air) itu jika tidak terlebih dahulu dibersihkan maka akan menghalangi air untuk mengenai anggota wudhu pada bagian wajah. Wong ‘belek’ yang ngumpet-ngumpet aja bisa menghalangi air wudhu apalagi make-up ini. Piye, Mbak? Hapus dulu yo, ndak usah eman-eman, tenimbang  wudhune Sampeyan tidak sah. Nanti touch-up lagi.

Tidak Menggulung Lengan Baju Melebihi Sikut

Entah, saya juga suka gemes melihat Mbak-mbak yang gemesin. Seringkali mereka tidak menggulung lengan baju melebihi batas basuhan anggota wudhu pada tangan. Akhirnya bagian siku yang seharusnya terbasuh malah tidak terbasuh. Padahal dalam berwudhu disunnahkan untuk melebihi basuhan yang diwajibkan untuk kehati-hatian. Selow aja Mbak kalo wudhu, heheh.

Tidak Melepas Jilbab Saat Berwudhu

Hal yang terkadang saya temui adalah perempuan tidak melepas jilbab saat berwudhu, melainkan hanya melepaskan jarum atau peniti yang disematkan di kerudung. Akhirnya basuhan air pada wajahpun tidak sempurna. Lah, piye, wis nggak hapus make-up, tidak menggulung lengan baju, ada lagi yang tidak melepas jilbab. Repot sebentar ndak popo  toh, Mbak.

Tidak Sempurna Mengusapkan Air pada Telinga dan Membasuh Kaki

Bentuk telinga yang memiliki lekukan membuat kita harus teliti dalam mengusapkan air padanya. Kalau asal nempel air saja, kemungkinan bagian dalam daun telinga tidak terusap. Begitu juga dengan membasuh kaki. Mbok yo jangan cuma mengalirkan air keran di kaki tanpa menggosokkan jemari tangan pada sela jari-jari kaki. Karena hal itu akan menyebabkan sebagian anggota wudhu di kaki tidak terbasuh.

Tidak Bersih Melakukan Istinja

Maaf, hal ini sangat penting. Banyak sekali yang tidak menjaga kebersihan celana dalam. Yaitu, saat melakukan istinja’ setelah buang air yang seharusnya dilakukan dengan teliti sampai bersih. Ya, sekiranya hati kita sudah yakin bersih. Seperti yang sudah di-dawuhkan oleh Kanjeng Nabi shollallohu ‘alaihi w sallam:

عنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ [ اسْتَنْزِهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ ] (رواه الدارقطني)

Artinya: dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu: Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “bersihkanlah diri dari kencing. Karena mayoritas siksa kubur disebabkan dari bekas kencing tersebut.” (HR. Daruquthni)

Lah kok bisa penyebab siksa kubur berasal dari bekas kencing? Hal itu disebabkan istinja yang tidak bersih sehingga wudhunyapun tidak sah. Tentu itu yang membuat sholat juga tidak sah. Jadi sudah jungkir-balik sholat kalau tidak sah berarti sama saja tidak melaksanakan sholat.

Nah, piye? Wudhumu sudah benar belum? Yuk, perbaiki wudhu kita. Lebih teliti lagi dalam bersuci.

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 18
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *