Asalkan Tahu Waktu, ML Tidak Dilarang

Asalkan Tahu Waktu, ML Tidak Dilarang

Share
  • 32
    Shares

Telah viral sebuah vidio berisi seorang gadis yang mencak-mencak, ngedumel karena Sang pacar kecanduan ML.

lagi mangan, ML”

“lagi ngapeli aku, ML”

“lagi mlaku, ML”

“Wis, pacaran ae karo ML”

Butuh terjemah? Begini terjemahannya:

lagi makan, ML”

“lagi ngapelin (berkunjung ke rumah pacar), ML”

“lagi jalan, ML”

“Udah, pacaran aja sama ML”

Oh, rupanya ia telah diduakan oleh ML. ML? opo kui?

ML merupakan singkatan dari Mobile Legends, yaitu sebuah permainan piranti bergerak berjenis MOBA (Multi Player Online Battle Arena)  di mana seorang pemain mengendalikan satu karakter dalam sebuah tim yang bertarung melawan tim pemain lainnya.

Game yang satu ini begitu digandrungi oleh masyarakat terutama pemuda dan anak-anak. Mungkin seringkali sampeyan-sampeyan lihat orang-orang begitu sibuk dengan gadgetnya masing-masing, menggerakkan jemarinya pada layar, dan sesekali berteriak sendiri.

Saat makan, nongkrong bersama teman, menunggu kereta, menunggu bis, bahkan saat ngantri ambil tiket, atau kalo menurut pengalaman pribadi penulis, adikku loh ke WC sambil main game ML ini. Biyuh, ML kok ternyata begitu memikat.

Lalu, bagaimana Islam memandang hal ini? Lah, apa di zaman Rasul sudah ada ML? Nggak kebayang kalo ML sudah ada pada zaman Rasul. Lah wong ML iku bid’ah. Yo jelas, tho, kan ML baru ada zaman setelah Rasul. Termasuk website nyarung ini juga bid’ah, heheh. Weleh, kabeh-kabeh bid’ah.

Jadi begini, mari kita renungkan bersama, saat kita terlalu sibuk bermain game. Game apapun itu, mau Pokemon-Go bahkan game yang ada di hape jadoel sekalipun seperti Bounce, kalau kita menjadi lalai terhadap waktu tetap jadi masalah. Padahal Islam, agama yang begitu indah mengatur segala aspek kehidupan sudah mengingatkan kita semua melalui dawuh Kanjeng Nabi Muhammad Shollalloohu ‘alaihi wa sallam:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ (صحيح البخاري)

Artinya: dari Ibn Abbas Radhiyallahu ‘anh dari Nabi Shollalloohu ‘alaihi wa sallam, “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang(HR. Bukhori, no. 6412)

Nah, jadi hukum bermain ML boleh-boleh saja, tidak dilarang.Hanya saja sebagai manusia bijak sebaiknya kita bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Boleh saja kok bermain game, asalkan ya itu, solatnya, ngajinya jangan lupa, Kang. Oya, sama lalaran Alfiyah, atau mutholaah kitab fiqh buat bekal di masyarakat, ya minimal nebimbing kulo nanti, upss.

Seperti juga yang dikumandangkan oleh Abu Thoyyib dalam syiirnya:

لا تلق دهرك الا غير مكترث # ما دام يصحب فيه روحك البدن

Janganlah engkau habiskan waktumu kecuali untuk hal yang berarti

# Selama ruh masih melekat pada raga

Jadi piye, Kang? Pilih ML atau aku? Heheh.

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 32
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.