Terlalu Lama Kesepian, Gus Nur Banting Setir Menjadi Youtuber

Menyarung

mmWritten by:

Share
  • 17
    Shares

Sekian lama tak muncul, Sugi Nur Raharja mengejutkan tetangga dan publik secara umum dengan unggahan video-videonya di youtube. Dalam videonya tersebut, ia tidak lagi memakai nama aslinya. Kini, ia menggunakan gelar yang biasa para putra kiai Jawa gunakan, yaitu ‘gus’. Namun para kiai Jawa atau para putranya pun tentu tidak menghendaki untuk menggunakan gelar tersebut, tapi para santri dan masyarakatlah yang memberinya sebagai tanda hormat terhadap peran dan jasanya. Walhasil, melambunglah nama Sugi Nur Raharja dengan nama baru nan nyentrik, yaitu Gus Nur.

Video-video unggahan Gus Nur adalah video-video ceramah dan sesekali bernada hiburan untuk mengusir sepi, yaitu berupa cacian dan makian yang tentu baginya adalah suatu hiburan. Tapi tunggu dulu, hiburan yang ia maksud tentulah sangat menyakitkan bagi warga NU. Bagaimana tidak, ia sering mencaci maki NU, banom, dan para tokohnya.

Dengan unggahan video dan nama barunya yang khas dan akrab di telinga masyarakat umum dan santri, terutama jawa tengah dan jawa timur ini, namanya kian melambung dan semakin masyhur. Undangan dan ajakan untuk mengisi ceramah pun semakin banyak berdatangan. Beberapa kali ia juga diundang mengisi ceramah sampai ke luar negeri seperti Hongkong dan beberapa negara Asia lainnya.

Tampaknya usaha Gus Nur untuk mengusir rasa sepi yang sekian lama ia rasakan bisa terbilang  sukses. Ia semakin  diperhatikan banyak orang dan viewer videonya pun meningkat pesat. Kolom komentarnya pun semakin hari semakin penuh dan sesak saja. Banyak tanggapan baik yang pro maupun kontra memenuhi kolom  komentar tersebut.

Penulis selaku jama’ah nyarung yang agak mbeling curiga, apa yang dilakukan oleh Gus Nur adalah akibat dari terlalu lama ia menanggung sepi. Karena saking lamanya ia menyendiri tanpa teman ngobrol dan ngopi, pada akhirnya ia terinspirasi oleh para youtuber yang mempunyai banyak teman walaupun hanya sekedar teman di dunia maya. Tidak seperti kebanyakan youtuber lainnya, ia lebih memilih menjadi ustadz youtube dadakan dengan maksud mencari hiburan dan menjaring banyak teman. Boleh jadi, setiap kata yang dilontarkan Gus Nur, juga dimasudkan untuk mencari sensasi.

Selain untuk membuang rasa sepi dengan menggunggah video  berupa cacian dan makian terhadapap NU, ia juga memakai gelar ‘gus’ sebagai upaya untuk -yang mungkin- bisa mengundang banyak orang untuk mengikuti semua –barang kali menurut ia adalah- nasihat dan ajarannya. Gus Nur memang banyak akal, apa jangan-jangan ini adalah hasil dari buah pikir –atau barang kali wangsit- selama ini ia menghilang tanpa jejak setelah memutuskan pindah tempat dari kampung halamannya dahulu. Bisa jadi, dulu ia pergi ke gunung mencari goa yang jarang dijamah orang untuk merenung dan beristirahat dari kejamnya kehidupan dunia. Lengkap sudah rasa sepi yang ia derita.

Bukan hanya  itu saja, ia juga sering bercerita di depan khalayak umum saat ia berceramah, bahwa ia sedang membangun pesantren tahfidz Al-Qur’an. Ia terlihat benar-benar ingin menjaring banyak teman untuk menemani ngobrol dan ngopi, atau barangkali untuk mempengaruhi orang-orang menjadi satu visi misi dengannya.

Terlepas dari itu semua, kita jadi tahu bagaimana orang-orang baru muncul saat ini ternyata tidak semuanya terpercaya dan hanya sekadar mencari hiburan dan sensasi belaka. Jadi mari mempercayai orang atau tokoh yang sudah jelas dan terpercaya baik jejak keilmuan maupun latar belakang asal usul dari mana ia berasal.

Tetapi mau bagaimanpun, dalam Islam harus ada sosok seperti Gus Nur yang tidak pernah takut apapun, kecuali Gusti Alloh, meskipun ketidaktakutannya atas apapun itu sering melupakan ilmu akhlak atau unggah-ungguhnya. Seperti halnya orang yang tak bisa menggambar realis, dia akan bilang bahwa lukisannya adalah gaya abstrak.

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 17
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tak Pernah Murung, Selalu Beruntung