4 Alasan Pendekar Pagar Nusa Layak Dijadikan Paspampres

mmby:

Menyarung

Share
  • 512
    Shares

Pada zaman dulu di lingkungan pesantren NU Akang-akang santri yang ketjeh, selain tekun mengaji juga tekun menggeluti pencak silat, maka dibentuklah Pagar Nusa sebagai wadah silaturahim pencak silat pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, tujuan lain dibentuknya Pagar Nusa adalah sebagai media dakwah Ahlussunnah wa al-Jamaah dan pendidikan organisasi bagi para pegiat silat di pesantren. Meskipun lahir dari rahim NU, Pagar Nusa (PN) tetap membuka keragaman dan memberi keluasaan pada tiap-tiap perguruan yang ingin bergabung untuk mengembangkan diri.

Pagar Nusa memiliki beberapa ciri dan karakteristik yang berbeda dengan perguruan pencak silat lainnya, mulai dari lebih memilih menyebut anggota ketimbang warga, kemudian budaya tasyakuran setelah menyelesaikan jenjang pendidikan, bukan pengesahan, dan yang lebih terlihat ngeNUni, Pagar Nusa bisa dihuni oleh semua aliran pencak silat manapun tanpa perlu menghapus karakteristik yang melekat.

Pagar Nusa sangat direkomendasikan untuk Bapak Presiden, kalau memang sewaktu-waktu Bapak Presiden mengharapkan pasukan pengamanan dengan style yang berbeda, yang kebal peluru atau bacokan tanpa pelindung apapun, sekaligus bisa melantunkan bait-bait nadzom sebagai hiburan, atau barangkali Bapak Presiden menghendaki pasukan pengamanan yang bisa memindahkan hujan, atau biar terlihat keren seperti tuan tanah pada masa kolonial, pendekar Pagar Nusa adalah solusinya.

Berikut adalah 4 alasan kenapa pendekar PN layak untuk dijadikan Paspampres :

Sama Halnya dengan Paspampres, Pendekar Pagar Nusa Juga Prajurit Pilihan

Kalau Paspampres adalah prajurit pilihan yang memiliki berbagai macam keunggulan, dan berada dalam satuan pelaksana di lingkungan TNI seperti ;Kopassus, Raider, Kostrad, Marinir, Yontaifib, Denjaka, Kopaska, Kopaskhas, serta Den Bravo 90,  pendekar Pagar Nusa juga santri yang memiliki segudang keunggulan dan merupakan prajurit pilihan di corps-nya masing-masing.

Pendekar Pagar Nusa yang cocok untuk dijadikan Paspampres harus berasal dari lingkungan anggota tetap PN yang menempati satuan Satahi (Santri Takzim Kyai), Sakezir (Santri Kebal Takzir), dan Sahafi (Santri Khatam Al-fiyyah). Santri Pagar Nusa yang belum terkualifikasi sebagai tiga satuan khusus tersebut, masih belum memenuhi standarisasi menjadi Paspampres. Kalau Bapak Presiden sungguh-sungguh dan tertarik dengan pasukan pengamanan dari pendekar Pagar Nusa, pastikan jangan salah ambil.

Sama Halnya dengan Paspampres, Pendekar Pagar Nusa juga Terbagi Dalam Beberapa Satuan Grup Tugas

Paspamres yang saat ini bertugas menjaga keamanan Presiden, memiliki satuan tugas sesuai dengan grupnya masing-masing, A, B, C, dan yang terbaru adalah D. Pun halnya dengan Paspampres, pendekar Pagar Nusa juga memiliki satuan grup tugas seperti PN-PA, PN-GAR, PN-NU, dan PN-SA. Pagar Nusa grup PA adalah anggota PN yang memiliki tugas PA (Penjaga para Kyai), berikut seluruh keluarga dan perabotan milik Kyai. Biasanya, pendekar dari grup PA adalah anggota yang telah mengenyam pendidikan hingga jenjang S2 (Santri Sepuh) dan dipercaya Kyai untuk menjadi kuncen di rumah, dapur, sawah dan perkebunan milik Kyai. Mereka adalah satuan grup tugas yang memiliki jargon Babat Seribu (Bersih-bersih Agar diambil Mantu), macam grup A disatuan Paspampres.

Kemudian, ada grup GAR (Gerakan Anti Rasis), dengan tugas menjaga stabilitas dan keamanan di internal pesantren atau padepokan serta di lingkungan masyarakat. Satuan ini merupakan intellijen Pagar Nusa yang memiliki keahlian menyusup dan bergerilya. Selain itu, ada satuan grup Pagar Nusa NU (Nututi ‘Ulama), dimana tugas satuan grup ini adalah mengawal dan mengamankan Kyai dan para tokoh dengan kontak langsung jarak dekat. Satuan grup NU memiliki jargon Member (Mepet ‘Ulama Biar Berkah) dan terkenal memiliki reflek yang luar biasa cepat.

Grup terakhir adalah pendekar PN-SA (Satuan Sakti), yaitu anggota PN yang bertugas sebagai pengaman jarak jauh dengan metode metafisik. Satuan ini memiliki segudang amunisi wirid dan amalan-amalan yang mutakhir, memiliki kemampuan memindahkan hujan, menetralisir aura negatif, dan kebal diterpa peluru, santet, sampai cuaca ekstrem sekaligus. Jadi PN pun tidak kalah jika dibandingkan dengan Paspampres. PN sudah terbiasa untuk kerja disiplin sesuai jobdes masing-masing.

Pendekar PN Cepat Beradaptasi, Memiliki Berbagai Jurus, Kebal dan Tidak Lekang diterpa Badai

Salah satu alasan lain, mengapa pendekar PN cocok untuk dijadikan Paspampres adalah kemampuan menyamar yang ciamik, mudah beradaptasi kalau ada kopi, menguasai beraneka macam jurus, kebal, dan memiliki ketahanan tubuh yang kuat.

Pendekar PN cepat beradaptasi karena mampu masuk dan melebur dengan masyarakat lain, sifat yang mengikat dalam PN  adalah sebagai anggota tetap, bukan sebagai warga pada umumnya pencak silat yang lain, jadi tidak mudah pula untuk dititeni. Mayoritas adalah wong santri yang memiliki wibawa, ramah, dan santun, jadi mampu bersahabat dengan siapapun. Mungkin sedikit lebih halus ketika melakukan netralisir area.

Punya berbagai jurus karena PN tidak pernah menghapuskan karakteristik aliran pencak silat, justru meng-compare-nya dengan jurus-jurus yang lain. Soal kekebalan terhadap sengatan peluru, jangan ditanya, pendekar PN hanya tembus oleh sengatan aura Mbak-mbak Santriwati. Memiliki segudang amalan yang digunakan untuk menjaga diri sendiri dan orang-orang sekitarnya, seperti Ajian Petak Macan Putih, Ajian Panglimunan, sampai Aji Santoso dan Kartika Aji.

Pagar Nusa merupakan Paspampres Syar’i     

Karena sekarang lagi musimnya yang syar’i-syar’i, bolehlah kalau sesekali Bapak Presiden mendirikan corps khusus Paspampres Syar’i yang isinya pendekar PN semua. Bapak Presiden mumpung lagi dekat pula dengan warga Nahdliyyin, jadi tidak salah kalau merangkul pendekar PN untuk mengawal Bapak Presiden di acara istighotsah, haul masyayikh, dan temu Kyai misal. Bukan karena ada unsur politiknya, lebih kepada niat untuk memberi pengalaman kepada kanca dewek. Kalau memang Bapak merasa cocok, ya bolehlah untuk diundang lagi.

Salah satu alasan kenapa PN cocok untuk dijadikan Paspampres Syar’i karena para pendekar PN memegang teguh lambang segi lima yang menjadi lambang kebesaran PN, mengartikan bahwa para pendekar PN memegang teguh lima rukun Islam. Tiga garis putih dalam lambang adalah melambangkan Islam, Iman, dan Ikhsan. Kemudian ada sembilan bintang yang diartikan sebagai takdzim dengan derajat para wali. Satu bintang diatasnya mengisyaratkan sikap tawadhu. Apabila dirasa kurang syar’i atau kurang agamis, dalam lambang PN terdapat Bola Dunia bertuliskan “La Gholiba Illa Billah”, yang menjadi pegangan para pendekar bahwa, “Tiada Kemenangan Tanpa Bantuan Allah”, religius bukan.

Silahkan Bapak Presiden mempertimbangkan saran ini, siapa tahu Bapak Presiden mendapatkan sambutan hangat dari publik karena apresiasi Bapak terhadap budaya pencak silat. Apalagi sesama kanca dewek yang jelas urusan akan lebih lancar, soal keamanan jangan takut, asalkan memenuhi standarisasi anggota PN di atas, keamanan Bapak dan keluarga sudah pasti terjamin.    

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 512
    Shares

2 Replies to “4 Alasan Pendekar Pagar Nusa Layak Dijadikan Paspampres”

  1. Rutinitas latihan seperti apa yang dilakukan para pendekar PN?

  2. Greetings from Idaho! I’m bored to tears at work so I decided to browse your website on my iphone during lunch break. I love the info you present here and can’t wait to take a look when I get home. I’m surprised at how fast your blog loaded on my mobile .. I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyways, excellent site!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *