Kala Cinta Menjelma Obat

Share
  • 33
    Shares

Kala Cinta Menjelma Obat

Seorang pecinta selalu mengidamkan kebersamaan dengan kekasihnya. Saat ia lenyap dari pandangan mata, ia merasa hampa. Saat kekasihnya menderita, iapun merasakan derita yang sama bahkan mungkin jauh lebih menderita daripada itu. Kadangkala cinta menjadi obat, namun di lain waktu ia mampu menjelma racun yang menggerogoti dinding hati. Cinta yang berlandaskan Allah mampu mengantarkan kita kepada syurga, pertemuannyapun berbuah pahala. Disebutkan dalam sebuah hadis:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم :
سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله : إمام عادل و شاب نشأ في عبادة الله عز و جل و رجل قلبه معلق بالمساجد و رجلان تحابا في الله اجتمعا على ذلك و تفرقا و رجل ذكر الله خاليا ففاضت عيناه و رجل دعته امرأة ذات حسب و جمال فقال : أني أخاف الله و رجل تصدق بصدقة أخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفقه يمينه.
(رواه البخاري و مسلم)

Artinya: dari Abi Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullaah Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: Terdapat tujuh golongan yang pada hari kiamat tidak akan mendapatkan naungan dari manapun kecuali naungan Allah, yaitu:

  • Imam yang adil
  • Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah
  • Seseorang yang hatinya selalu merasa terhubung dengan masjid
  • Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena-Nya
  • Seorang berzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya
  • Seorang lelaki yang diajak oleh perempuan yang memiliki kedudukan dan berparas cantik lalu berkata, “aku benar-benar takut kepada Allah.”
  • Seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.
    (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian hadis ini dijelaskan dalam Kitab Syarh Bukhori karya Ibnu ‘Athal

وروى أبو رزين قال: « قال لى النبى – صلى الله عليه وسلم – : يا أبا رزين إذا خلوت فحرك لسانك بذكر الله، وحب فى الله وأبغض فى الله، فإن المسلم إذا زار أخاه فى الله تعالى يشيعه سبعون ألف ملك يقولون: اللهم وَصَلَه فيك فصِلْه » .

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Razin, ia berkata: “Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku: wahai Aba Razin, jika engkau dalam keadaan sendiri maka gerakkanlah lidahmu untuk berzikir, dan mencintailah karena Allah begitupun dalam membenci. Sesungguhnya apabila ada seseorang mengunjungi saudaranya karena Allah maka ia akan hidup bersama tujuh puluh ribu malaikat dan berkata: Ya Allah ia telah bersilaturahmi karena Engkau, maka sambungkanlah”

Bahkan ada sebuah kisah yang manis, mengenai dua orang yang cintanya mampu membuat kekasih sembuh dari penyakit. Dikisahkan dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin bahwa Imam Syafi’i mengunjungi sahabatnya yang sedang sakit, kemudian mengumandangkan syi’ir:

مَرِضَ الحَبِيبُ فَعَدْتُهُ # فَمَرِضْتُ مِنْ حَذْرِي عَلَيْهِ
وَ اَتَى الحَبِيبُ يَعُودُونِي # فَبَرِئْتُ مِنْ نَظْرِي عَلَيْهِ

Kala kekasihku sakit, aku mengunjungi
Kemudian aku menjadi sakit (pula) sebab kekhawatiranku padanya
Datanglah ia menjengukku
Lantas, aku sembuh karena melihatnya

Betapa manisnya jika rasa cinta berlandaskan Allah.Wallahu a’lam.
Peringatan: dilarang menggunakan syiir tersebut untuk kepentinganmu dengan pacar. Upps.

Komentar yang bijak ya, Lur

Share
  • 33
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.